Pembuatan Hand Sanitizer Untuk Sekolah Dari Mahasiswa KKN – PLP 47 Kelompok 22 FKIP Unmul

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan salah satu cara pencegahan penyebaran virus Corona adalah dengan membersihkan tangan secara teratur memakai cairan antiseptik pembersih tangan  (hand sanitizer) yang mengandung alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Namun setelah Presiden Joko Widodo mengabarkan  teridentifikasinya dua Warga Negara Indonesia yang terpapar virus Corona pada 2 Maret lalu, masyarakat kemudian memborong hand sanitizer. Hal ini menyebabkan harga cairan antiseptik ini meroket, dan stoknya habis di pasaran.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kimia membagikan langkah-langkah pembuatan hand sanitizer sederhana. “Ketika hand sanitizer menjadi semakin langka, masyarakat bisa membuatnya sendiri karena bahan-bahannya tersedia di toko-toko kimia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono di Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (10/3). Maka dari itu guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah kami mahasiswa mahasiswi UNMUL yang sedang melakukan KKN PLP 47 di sekolah SMA Istiqaamah Muhammad Samarinda membuat hand sanitizer untuk siswa siswi dan guru guru yang ada di sekolah.

Pembuatan Handsanitizer oleh Mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UNMUL KKN PLP 47 Kelompok 22

Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer yaitu, gelas kimia, gelas volume, pipet tetes, botol semprot, batang pengaduk. Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer sederhana adalah aquades yang berfungsi sebagai pelarut, 200 mililiter Ethanol berkadar alkohol 95 persen yang berfungsi sebagai antiseptik, hidrogen peroksida 3% dan gliserol 98%. Cara pembuatannya, pertama dengan mencampurkan ethanol  dan hidrogen peroxyda ke dalam wadah bersih (sambil dipanaskan dan diaduk. Lalu tambahkan hidrogen peroksida sedikit demi sedikit sampai temperatur mencapai 80-90 derajat. Setelah itu dimasukkan sedikit gliserol keemudian diaduk sampai larut sempurna. Setelah itu dimasukkan kedalam wadab bersih dan kering dan didiamkan selama 24 jam.